Sudah memasuki bulan ke 3, atau pertemuan ke 22, Pelatihan Tamyiz di Temanggung masih berlangsug dengan peserta 65-70 orang. Pada pertemuan terakhir sudah memasuki materi terakhir dari Kurikulum Tamyiz 2, yaitu Jumlah Ibtida'iyah. Di bawah ini video kegiatan menghafal , pembelajaran yang digabung dengan seam otak kanan.
1. Video 1
2. Video 2
3. Video 3
Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Temanggung (Web :temanggung.muhammadiyah.or.id)
Jumat, 01 Maret 2013
Minggu, 16 Desember 2012
Pelatihan Orang Tua Sholeh oleh Ikatan Guru Kelompok Bermain Aisyiyah Temanggung
Menyadari
pentingnya orangtua yang mempunya pengetahuan tentang mendidik anak
dirumah, maka Ikatan Guru Kelompok Bermain Aisyiah Temanggung
bekerjasama dengan Auladi Parenting School menyelenggarakan Pelatihan
Orang Tua Sholeh di Aula SMK Muhammadiyah I Temanggung pada tanggal
15-16 Desember 2012. Peserta yang mengikuti sebanyak 86 orang peserta
laki-laki dan perempuan dari anggota Ikatan Guru Kelompok Bermain
Aisyiah Temanggung, karyawan Amal Usaha Muhammadiyah di Temanggung
dan masyarakat umum. Guna membuat suasana pelatihan lebih serius dan
nyaman, maka Aula SMK Muhammadiyah I Temanggung di dekorasi sehingga
serasa di aula hotel lengkap dengan AC , sound sistem dan LCD
Projector.
Auladi
Parenting School merupakan lembaga yang berpengalaman mengisi
pelatihan di depan ribuan orang di 20
propinsi, lebih dari 70 kota di Indonesia yang dipimpin oleh Bp.
Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari dan berkantor di Komplek Ruko Duri Dago
Kav. 19 Bandung (www.auladi.org).
Bp. Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari merupakan National Master Trainer
Sekolah Orangtua PSPA (Program Sekolah Pengasuhan Anak) yang telah
menulis buku Best Seller “Sudahkah
Aku Jadi Orangtua Shalih?”
Penerbit Khazanah Intelektual dan “Yuk-Jadi
Orangtua Shalih”
Penerbit Mizan. Juga berpengalaman mengisi seminar online untuk
orang-orang Indonesia di luar negeri seperti Jerman, Jepang, dan
lainnya.
Dalam
paparannya Bp. Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari menyampaikan Program
Sekolah Pengasuhan Anak (PSPA) yang membahas tentang sikap dan
perilaku orang tua yang dapat menghambat perkembangan anak, prinsip
dasar membuat anak patuh kepada orang tua tanpa disertai kekerasan ,
tanpa membuang energi sia-sia dengan hasil yang optimal, teknik-
teknik mendengar mendengarkan pendapat anak yang efektif yang dapat
mendukung jiwa dan mental anak, teknik-teknik komunikasi dalam
keluarga yang dapat menimbulkan inisiatif dan rasa saling menghormati
dan saling mendukung. Selain materi PSPA juga disampaikan Program
Disiplin Anak (PDA), Karunia Cinta Remaja (KCR) dan Parents as
Teacher (PAT).
Milad ke 30 Pondok Al Mukmin Tembarak
Pondok
Pesantren Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak Temanggung berdiri pada
tanggal 11 Muharrom 1403 / 01 Nopember 1982 didirikan oleh Pimpinan
Cabang Muhammadiyah Tembarak. Pondok Pesantren Al-Mu’min
Muhammadiyah terletak di Desa Purwodadi Kecamatan Tembarak Kabupaten
Temanggung Propinsi Jawa Tenggah, 8 km arah selatan kota Temanggung,
terletak di kaki Gunung Sumbing. Sejak awal berdirinya Pondok
Pesantren Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak Temanggung menerapkan
kurikulum terpadu (Integrated Curiculum), yakni memadukan kurikulum
Pesantren dengan kurikulum Departemen Agama dan Departemen Pendidikan
Nasional yang berlangsung secara dinamis dan seimbang. Kurikulum
diajarkan melalui jenjang pendidikan; Madrasah Tsanawiyah ( MTs ),
Madrasah Aliyah ( MA ). dan Sekolah Menengah Kejuruan ( S M K ).
Sebagai sebuah pesantren, Pondok Pesantren Al-Mu’min Muhammadiyah
Tembarak Temanggung menerapkan sistem asrama (Boarding School),dimana
dalamnya tidak terlepas dari pengawasan, pembinaan dan tarbiyah.
Secara umum, system ini diharapkan mampu mendukung visi dan misi
pondok pesantren, yakni mempersiapkan santri agar menjadi Da’i
yang faqih dalam Dienul Islam dengan memiliki Aqidah Shohihah,
Akhlaq Karimah dan wawasan Ilmu Pengetahuan yang luas serta memiliki
ketrampilan hidup. Milad ke-30 Pondok Pesantren AL- Mu’min
muhammadiyah Tembarak temanggung merupakan salah satu sarana syiar
dan infomasi kepada masyarakat luas mengenai keberadaan pondok
pesantren dan fungsinya dalam masyarakat. Acara ini diharapkan mampu
memberikan informasi kepada masyarakat luas, tidak hanya masyarakat
Kabupaten Temanggung, tetapi juga masyarakat Jawa Tengah akan
eksistensi dan keberadaan pondok pesantren Al- Mu’min. selain itu,
dengan berbagai macam kegiatan yang ada didalamnya, yang bertemakan
pendidikan dan kemasyarakatan, diharapkan mampu memberikan kontribusi
positif bagi dunia pendidikan dan kemasyarakatan.
Susunan
Kegiatan Milad ke-30 Pondok Pesantren Al-Mu’min Muhammadiyah
Tembarak Temanggung 2012
|
No
|
Tanggal
|
Agenda
kegiatan
|
Waktu
|
|
1 |
Senin, 17 Desember
2012 |
|
Di
mulai 07.30 sampai selesai
|
|
2 |
Rabu. 19 Desember
2012 |
|
Di
mulai 08.00 sampai selesai |
|
3 |
Kamis, 20 Desember
2012 |
|
Di
mulai 08.00 sampai selesai |
|
4 |
Ahad, 23 Desember
2012 |
|
Di
mulai 08.00 sampai selesai |
Jumat, 14 Desember 2012
Pelatihan dan Magang Calon Karyawan Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) Surya Amanah Temanggung
Untuk menindaklanjuti rencana mewujudkan
Lembaga Keuangan Syariah Muhammadiyah di Temanggung, Majelis Ekonomi
& Kewirausahaan Muhammadiyah Temanggung mengirim Calon Karyawan
Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) Surya Amanah Temanggung untuk
mengikuti Pelatihan dan Magang di PUSAT
PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN BTM Pusat BTM Jawa Tengah di Jl.
S.Parman No.183 Wiradesa Pekalongan 51152 Jawa Tengah Telp.
(0285) 4414.446. Calon Karyawan ini merupakan hasil seleksi
mulai tanggal 29 September 2012, yang meliputi Test Tertulis dan
Wawancara, yang kesemuanya menggunakan jasa konsultasi dari Pusat BTM
Jawa Tengah. Karyawan yang dikirim ke Pusat BTM Jawa Tengah adalah 7
orang yaitu Kiki Rihardini (Temanggung), Dewi
Ayuni Rahmawati (Kranggan), M. Rizal Muttaqien (Temanggung) , Ika
Sulistyorini (Sukorejo), Andini Afriliana Tuankotta (Temanggung),
Teguh Isnaeni (Tembarak), dan Esty Purwaningsih (Parakan).
Pelatihan ini merupakan
Pelatihan Dasar Pengelola BTM, dimulai tanggal 10-15 Desember 2012
dan dilanjutkan magang tanggal 17-22 Desember di BTM sekitar kota
Pekalongan. Calon Karyawan BTM Surya Amanah ini diharapkan
sudah siap kerja dan siap mengelola BTM Surya Amanah Temanggung pada
awal Januari 2013. Rombongan diantar oleh Pengurus Majelis Ekonomi
dan Kewirausahaan Muhammadiyah Temanggung, yaitu oleh Bp. Ir. Marjono
(Bendahara), Nurcholis (Sekretaris) dan Ir. Samsul Hadi,MT. (Anggota)
serta dukungan Bp. Trimo (Driver).
Kegiatan Pelatihan
ini bertujuan untuk memberikan
pengetahuan tentang bagaimana cara mengelola Baitut Tamwil
Muhammadiyah dengan baik dan amanah, terwujudnya
standarisasi kelembagaan dan sistem pengelolan serta kualitas Sumber
Daya Insani Pengawas, Pengurus dan Pengelola lembaga keuangan mikro
di lingkungan Muhammadiyah di seluruh Indonesia dan
berdasarkan hasil evaluasi pelatihan,
dapat diketahui bakat dan kemampuan masing-masing calon pengelola,
sehingga penempatan mereka ke dalam bidang tugas yang ada diarahkan
sesuai dengan bakat dan kemampuan masing-masing.
Pusat BTM Jawa Tengah merupakan lembaga yang di
beri tugas oleh PP Muhammadiyah untuk membantu pendirian dan
pengembangan BTM di seluruh Indonesia, yang menyediakan jasa
konsultasi Pendirian BTM, Pelatihan sumber daya manusia BTM, Seminar
dan Lokakarya yang juga menyediakan tempat pelatihan, penginapan yang
aman dan nyaman, modul traning, jaringan pemagangan dan konsultasi
teknis BTM.
Rabu, 12 Desember 2012
MENGUPAS BATASAN BID’AH DAN SYIRIK
Oleh H. Bisyron Muhtar, S.Ag.
Para ulama memang berbeda pendapat ketika mendefinisikan bid’ah. Definisi oleh para ulama tentang istilah ini ada sekian banyak versi. Hal itu lantaran persepsi mereka atas bid’ah itu memang berbeda-beda. Sebagian mereka ada yang meluaskan pengertiannya hingga mencakup apapun jenis yang baru (diperbaharui), sedangkan yang lainnya menyempitkan batasannya. Dalam Ensiklopedi Fiqih jilid 8 keluaran Kementrian Wakaf dan Urusan Ke-Islaman Kuwait halaman 21 disebutkan bahwa secara umum ada dua kecenderungan orang dalam mendefinisikan bid’ah. Yaitu kecenderungan menganggap apa yang tidak di masa Rasulullah SAW sebagai bid’ah meski hukumnya tidak selalu sesat atau haram. Dan kedua adalah kecenderungan untuk mengatakan bahwa semua bid’ah adalah sesat. Tetapi kalau kita tarik garis umum, paling tidak ada dua kecenderungan ulama dalam masalah ini.
Kelompok Pertama
Mereka yang meluaskan batasan bid’ah itu mengatakan bahwa bid’ah adalah segala yang baru diada-adakan yang tidak ada dalam kitab dan sunnah. Baik dalam perkara ibadah ataupun adat. Baik pada masalah yang baik atau yang buruk.
a. Tokoh
Di antara para ulama yang mewakili kalangan ini antara lain adalah Al-Imam Asy-Syafi’i dan pengikutnya seperti Al-’Izz ibn Abdis Salam, An-Nawawi, Abu Syaamah. Sedangkan dari kalangan Al-Malikiyah ada Al-Qarafi dan Az-Zarqani. Dari kalangan Hanafiyah seperti Ibnul Abidin dan dari kalangan Al-Hanabilah adalah Al-Jauzi serta Ibnu Hazm dari kalangan Dzahiri. Bisa kita nukil pendapat Al-Izz bin Abdis Salam yang mengatakan bahwa bid`ah perbuatan yang tidak terjadi pada masa Rasulullah SAW, yang terbagi menjadi lima hukum. Yaitu bid’ah wajib, bid’ah haram, bid’ah mandub (sunnah), bid’ah makruh dan bid’ah mubah.
b. Contoh
Contoh bid’ah wajib misalnya belajar ilmu nahwu yang sangat vital untuk memahami kitabullah dan sunnah rasulnya. Contoh bid’ah haram misalnya pemikiran dan fikrah yang sesat seperti Qadariyah, Jabariyah, Murjiah dan Khawarij. Contoh bid’ah mandub (sunnah) misalnya mendirikan madrasah, membangun jembatan dan juga shalat tarawih berjamaah di satu masjid. Contoh bid’ah makruh misalnya menghias masjid atau mushaf Al-Quran. Sedangkan contoh bid’ah mubah misalnya bersalaman setelah shalat.
c. Dalil
Pendapat bahwa bid’ah terbagi menjadi lima kategori hukum didasarkan kepada dalil-dalil berikut: Perkataan Umar bin Al-Khattab ra. tentang shalat tarawih berjamaah di masjid bulan Ramadhan yaitu: “Sebaik-baik bid’ah adalah hal ini”. Ibnu Umar juga menyebut shalat dhuha’ berjamaah di masjid sebagai bid’ah yaitu jenis bid’ah hasanah atau bid’ah yang baik.
Hadits-hadits yang dijadikan hujjah untuk membagi bid’ah menjadi bid’ah hasanah dan bid’ah dhalalah seperti hadits berikut: “Siapa yang mensunnahkan sunnah hasanah maka dia mendapat ganjarannya dan ganjaran orang yang mengamalkannya hingga hari qiyamat. Siapa yang mensunnahkan sunnah sayyi’ah (kejelekan), maka dia mendapatkan ganjaran dan ganjaran orang yang mengamalkannya hingga hari qiyamat”. (Muslim : 1017)
Kajian lengkap klik disini
Pelatihan Pintar Terjemah Al Qur’an dan Baca Kitab Kuning di Temanggung
Muhammadiyah
Temanggung menyelanggarakan Pelatihan Pintar Terjamah Al Qur’an dan
Baca Kitab Kuning sistem 100 jam dengan metode TAMYIZ mulai tanggal 3
Desember 2012 di SMK Muhammadiyah Temanggung setiap hari Senin dan
Kamis jam 14.00-17.00. Kegiatan ini diasuh oleh Uztad Khozin dari
Wonosobo. Uztad Khozin merupakan pegawai di Kementrian Agama
Wonosobo yang telah mengikuti pelatihan metode Tamyiz di Pesantren
Bayt Tamyiz Indramayu Jawa Barat yang dipimpin oleh Ustad Abaza, MM.
Untuk
angkatan I di Temanggung, diikuti oleh 80 orang peserta dari berbagai
kalangan yaitu Pengurus Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Pengurus
Majelis , Pimpinan Cabang Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Aisyiyah,
Karyawan Amal Usaha Muhammadiyah, Jama’ah Kaliah Subuh Ahad Pagi
Temanggung dan anggota Muhammadiyah lainnya. Untuk tingkatan umur
peserta bervariasi dari umur 20 tahun sampai 70 tahun. Para peserta
berharap dengan metode Tamyiz ini bisa membuka kesempatan baru untuk
bisa belajar Al Qur’an dengan lebih baik dan cepat. Para peserta
terkesan dengan cara yang digunakan untuk mengajar dengan cara
bernyayi dan menggunakan gerakan tertentu, sehingga menyenangkan dan
mudah dimengerti. Sehingga waktu pertemuan selama 2 jam tidak
dirasakan lama dan menjemukan. Terbukti pad jam 13.45 sebagian besar
peserta sudah datang dan mulai latihan menghafal yang dikemas dalam
bentuk lagu.Untuk pelatihan peserta dikenakan biaya sebesar Rp.
200.000,- untuk 20 kali atau Rp. 10.000,- untuk satu kali pertemuan ,
sudah termasuk buku panduan.
Dalam
pertemuan ke 2 dihadiri oleh Bp. H. Drs. Asy’ari Muhadi , MA. dari
PDM Temanggung, yang mencermati metode Tamyiz ini. Beliau mengatakan
bahwa metode ini seharusnya diajarkan kepada guru-guru di lingkungan
Perguruan Muhammadiyah, sehingga bisa menjadi kurikulum andalan dan
unggulan di sekolah Muhammadiyah, sehingga dengan momentum metode
Tamyiz ini bisa menjadi gerakan kebangkitan Islam dalam mengembangkan
keilmuannya dan dapat mencetak da’i-da’I baru di lingkungan
Muhammadiyah Temanggung . Sedangkan Bp. Agus Effendi,M.Ag. yang hadir
dalam pertemuan ke 3 mengatakan bahwa sebaiknya nantinya dari
Muhammadiyah Temanggung bisa mencetak guru atau tutor untuk metode
Tamyiz dengan mengirim calon tutor ke Pesantren Bayt Tamyiz Indramayu
Jawa Barat, karena metode ini mudah dipahami dan cepat dimengerti.
Untuk Pimpinan
Muhammadiyah Daerah Kabupaten Kebumen, pertama kali metode ini
ditularkan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gombong yang
bekerjasama dengan Pondok Pesantren Al Kamal Desa Tambaksari,
Kecamatan Kuwarasan dengan mengadakan training yang digelar selama 12
hari itu diikuti oleh 400 peserta yang terdiri atas santri Pesantren
Al Kamal, santri An Nur Gombong, para guru SD, MI, SMP dan SMA
Muhammadiyah, hingga para jamaah masjid. Training sudah dimulai sejak
28 Juni lalu sampai 9 Juli mendatang. Waktu pembelajaran mulai pukul
07.00-16.30 WIB dengan diampu ustad dari Indramayu yakni ustad Indra,
Saman, Zulkifli, dan ustad Hamdani. Ketua PCM Gombong Ir HM Yahya
Fuad SE mengatakan, melalui metode ini akan menghilangkan kesan
selama ini bahwa belajar Al Quran itu sulit. Sebab, dengan metode
tamyiz orang yang sebelumnya tidak mengerti tata bahasa Arab secara
cepat mampu menerjemahkan Al Quran. Setelah memahami Al Quran
harapannya umat Islam mampu mengamalkan semua apa yang terkandung di
dalamnya.
Minggu, 02 Desember 2012
Metode Tamyiz yang terbukti bermanfaat
Berikut informasi tentang metode Tamyiz :
Dari : suaramerdeka.com
Metode
Tamyiz yang saat ini sedang dijalankan oleh Dr. Akhsin Sakho Muhammad
Abaza, MM dari Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa barat yang berisi
tentang sistem pembelajaran cara menterjemahkan Al-Qur
Dari : suaramerdeka.com
Metode Tamyiz, 100 Jam Pintar Terjemah Al Quran
KEBUMEN, suaramerdeka.com - Banyak orang menyakini
untuk bisa menerjemahkan Al Quran dibutuhkan waktu belajar selama
bertahun tahun. Tetapi saat ini, seiring dengan perkembangan metodologi
pembelajaran, untuk bisa menerjemahkan ayat Al Quran hanya butuh waktu
hitungan hari.
Bahkan dengan metode tamyiz hanya membutuhkan waktu
100 jam saja agar peserta didik yang awalnya buta tata Bahasa Arab
menjadi mampu menerjemahkan Al Quran 30 juz. Metode yang dikembangkan
oleh ustad Abaza MM di Pesantren Bayt Tamyiz Indramayu itu ialah
formulasi teori Nahwu Shorof Quantum yang bisa mengantarkan siapa pun
yang bisa membaca Al-Qur’an menjadi pintar terjemah Al Qur’an dan kitab
kuning dalam waktu singkat.
Karena keefektifannya, metode tamyiz
mulai dikembangkan di sejumlah daerah. Di Kebumen, pertama kali metode
ini ditularkan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gombong yang
bekerjasama dengan Pondok Pesantren Al Kamal Desa Tambaksari, Kecamatan
Kuwarasan dengan mengadakan training terjemah Al Quran dan kitab kuning
dengan pola 100 jam tersebut.
Training yang digelar selama 12 hari
itu diikuti oleh 400 peserta yang terdiri atas santri Pesantren Al
Kamal, santri An Nur Gombong, para guru SD, MI, SMP dan SMA
Muhammadiyah, hingga para jamaah masjid. Training sudah dimulai sejak 28
Juni lalu sampai 9 Juli mendatang. Waktu pembelajaran mulai pukul
07.00-16.30 WIB dengan diampu ustad dari Indramayu yakni ustad Indra,
Saman, Zulkifli, dan ustad Hamdani.
Ketua PCM Gombong Ir HM Yahya Fuad SE mengatakan, melalui metode ini akan menghilangkan kesan selama ini bahwa belajar Al Quran itu sulit. Sebab, dengan metode tamyiz orang yang sebelumnya tidak mengerti tata bahasa Arab secara cepat mampu menerjemahkan Al Quran.
Ketua PCM Gombong Ir HM Yahya Fuad SE mengatakan, melalui metode ini akan menghilangkan kesan selama ini bahwa belajar Al Quran itu sulit. Sebab, dengan metode tamyiz orang yang sebelumnya tidak mengerti tata bahasa Arab secara cepat mampu menerjemahkan Al Quran.
"Setelah memahami Al Quran
harapannya umat Islam mampu mengamalkan semua apa yang terkandung di
dalamnya," ujar Yahya Fuad kepada Suara Merdeka di sela-sela training.
Dari : http://humas.banjarkab.go.id
DENGAN METODE TAMYIZ,100 JAM MAMPU TERJEMAHKAN Al-QUR
Pemerintah Kabupaten Banjar yang
terdiri dari Asisten II Setda Banjar,Kepala Bagian Kesra, Kepala Seksi
Dikdas Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar yang dipimpin langsung Wakil
Bupati Banjar Dr. H. Ahmad Fauzan Saleh juga penasaran sehingga
mendantangi serta melihat secara langsung pola dan sistem pelatihannya
pada, Rabu, 23 Mei 2012di yang dipusatkan di Asrama Haji Indramayu Jawa
Barat.
Wakil Bupati Banjar Dr. H. Ahmad Fauzan Saleh dalam kesempatan tersebut menyampaikan, ia atas nama pemerintah Kabupaten Banjar merasa sangat ingin tau dengan metode Tamyiz yang saat ini sedang dijalankan di Kabupaten Indramayu.
Dimana dari informasi yang ia peroleh, Metode Tamyiz merupakan sebuah metode baru yang cukup epektif bagi peserta didik, karena hanya dengan 100 jam belar para peserta didik sudah mampu menterjemahkan Al-Qur'an
Wakil Bupati Banjar Dr. H. Ahmad Fauzan Saleh dalam kesempatan tersebut menyampaikan, ia atas nama pemerintah Kabupaten Banjar merasa sangat ingin tau dengan metode Tamyiz yang saat ini sedang dijalankan di Kabupaten Indramayu.
Dimana dari informasi yang ia peroleh, Metode Tamyiz merupakan sebuah metode baru yang cukup epektif bagi peserta didik, karena hanya dengan 100 jam belar para peserta didik sudah mampu menterjemahkan Al-Qur'an
Langganan:
Postingan (Atom)






