Rabu, 12 Desember 2012

Pelatihan Pintar Terjemah Al Qur’an dan Baca Kitab Kuning di Temanggung

Muhammadiyah Temanggung menyelanggarakan Pelatihan Pintar Terjamah Al Qur’an dan Baca Kitab Kuning sistem 100 jam dengan metode TAMYIZ mulai tanggal 3 Desember 2012 di SMK Muhammadiyah Temanggung setiap hari Senin dan Kamis jam 14.00-17.00. Kegiatan ini diasuh oleh Uztad Khozin dari Wonosobo. Uztad Khozin merupakan pegawai di Kementrian Agama Wonosobo yang telah mengikuti pelatihan metode Tamyiz di Pesantren Bayt Tamyiz Indramayu Jawa Barat yang dipimpin oleh Ustad Abaza, MM.
Untuk angkatan I di Temanggung, diikuti oleh 80 orang peserta dari berbagai kalangan yaitu Pengurus Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Pengurus Majelis , Pimpinan Cabang Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Aisyiyah, Karyawan Amal Usaha Muhammadiyah, Jama’ah Kaliah Subuh Ahad Pagi Temanggung dan anggota Muhammadiyah lainnya. Untuk tingkatan umur peserta bervariasi dari umur 20 tahun sampai 70 tahun. Para peserta berharap dengan metode Tamyiz ini bisa membuka kesempatan baru untuk bisa belajar Al Qur’an dengan lebih baik dan cepat. Para peserta terkesan dengan cara yang digunakan untuk mengajar dengan cara bernyayi dan menggunakan gerakan tertentu, sehingga menyenangkan dan mudah dimengerti. Sehingga waktu pertemuan selama 2 jam tidak dirasakan lama dan menjemukan. Terbukti pad jam 13.45 sebagian besar peserta sudah datang dan mulai latihan menghafal yang dikemas dalam bentuk lagu.Untuk pelatihan peserta dikenakan biaya sebesar Rp. 200.000,- untuk 20 kali atau Rp. 10.000,- untuk satu kali pertemuan , sudah termasuk buku panduan.
Dalam pertemuan ke 2 dihadiri oleh Bp. H. Drs. Asy’ari Muhadi , MA. dari PDM Temanggung, yang mencermati metode Tamyiz ini. Beliau mengatakan bahwa metode ini seharusnya diajarkan kepada guru-guru di lingkungan Perguruan Muhammadiyah, sehingga bisa menjadi kurikulum andalan dan unggulan di sekolah Muhammadiyah, sehingga dengan momentum metode Tamyiz ini bisa menjadi gerakan kebangkitan Islam dalam mengembangkan keilmuannya dan dapat mencetak da’i-da’I baru di lingkungan Muhammadiyah Temanggung . Sedangkan Bp. Agus Effendi,M.Ag. yang hadir dalam pertemuan ke 3 mengatakan bahwa sebaiknya nantinya dari Muhammadiyah Temanggung bisa mencetak guru atau tutor untuk metode Tamyiz dengan mengirim calon tutor ke Pesantren Bayt Tamyiz Indramayu Jawa Barat, karena metode ini mudah dipahami dan cepat dimengerti.
Untuk Pimpinan Muhammadiyah Daerah Kabupaten Kebumen, pertama kali metode  ini ditularkan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gombong yang bekerjasama dengan Pondok Pesantren Al Kamal Desa Tambaksari, Kecamatan Kuwarasan dengan mengadakan training yang digelar selama 12 hari itu diikuti oleh 400 peserta yang terdiri atas santri Pesantren Al Kamal, santri An Nur Gombong, para guru SD, MI, SMP dan SMA Muhammadiyah, hingga para jamaah masjid. Training sudah dimulai sejak 28 Juni lalu sampai 9 Juli mendatang. Waktu pembelajaran mulai pukul 07.00-16.30 WIB dengan diampu ustad dari Indramayu yakni ustad Indra, Saman, Zulkifli, dan ustad Hamdani. Ketua PCM Gombong Ir HM Yahya Fuad SE mengatakan, melalui metode ini akan menghilangkan kesan selama ini bahwa belajar Al Quran itu sulit. Sebab, dengan metode tamyiz orang yang sebelumnya tidak mengerti tata bahasa Arab secara cepat mampu menerjemahkan Al Quran. Setelah memahami Al Quran harapannya umat Islam mampu mengamalkan semua apa yang terkandung di dalamnya.
 
 



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar