Minggu, 24 Juni 2012

Notulensi Seminar “ Menggerakkan Ekonomi Islam melalui Lembaga Keuangan Syari’ah” Dinamika Aplikasi Ekonomi Syariah


Oleh Ir. Saat Suharto Amjad 
Disampaikan dalam Seminar Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Muhammadiyah Temanggung
Tanggal 17 Juni 2012 di RM. Kampung Sawah

Mudah-mudahan seminar di Temanggung ini hanya sekali, selanjutnya adalah  aksi tindak lanjut yang
berupa aplikasi.
Islam adalah suatu ajaran yang komplit. Didalamnya termasuk ekonomi syari’ah. Dan didalam ekonomi Islam ada  berbagai macam bidang seperti pasar, perdagangan, pegadaian, pajak  dan  bagian yang membahas tentang keuangan. Dan keuangan syari’ah merupakan  jantungnya ekonomi  Islam. Lembaga Keuangan Syari’ah merupakan lembaga intermediary (lembaga perantara /mediasi). Sebagai contoh, mengumpulkan uang (zakat, infaq dan lainnya) itu masalah ekonomi biasa, tetapi membagi uang yang terkumpul merupakan masalah politik atau kebijakan yang membutuhkan semangat syari’ah dan dakwah. 
Dulu kegiatan ekonomi besar milik orang Islam, seperti batik, rokok , beras dan kebutuhan pokok lainnya. Sekarang sudah dikuasai oleh orang non Islam. Sehingga untuk mewujudkan lembaga keuangan syari’ah diperlukan totalitas atau militansi sesama orang Islam atau Muhammadiyah untuk mewujudkannya, walaupun untuk tahap awal lembaga keuangan syari’ah yang ada baik BTM atau BMT masih terasa mahal, tetapi jika  itu ditinggalkan dan tanpa dukungan yang total maka tidak akan terwujud. Sebagai contoh tahun 1970 masyarakat Korea memakai produk elektronik Samsung, walaupun ketika itu masih mahal dan kualitas kurang baik. Tetapi dengan dukungan emosional dan kebijakan  yang berkesinambungan, maka makin lama berkembang dan sekarang dapat mendominasi produk elektronik di dunia mengalahkan Sony dari Jepang.
Syari’ah merupakan fitrah dari manusia, dan merupakan peta  jalan menuju kebaikan dan kebahagiaan. Sehingga dengan syari’ah yang merupakan keharusan yang harus dipilih, dan meliputi semua aspek kehidupan dan menonjolkan aspek manfaat bukan sekedar keuntungan.  Sebagai gambaran kisaran tahun 1980 di Eropa dan Amerika ada gerakan untuk tidak mempunyai anak, karena merasa terbatasnya sumberdaya alam sebagai daya dukung kehidupan  juga adanya gerakan feminisme yang menonjolkan wanita untuk berkarir sehingga keberadaan anak dirasa mengganggu. Sekarang Eropa dan Amerika tidak tumbuh karena Cuma 1 % yang berarti cuma tambal sulam. Proporsinya adalah 5 orang tidak produktif dibiayai 2 orang yang produktif yang berakibat ketidak seimbangan ekonomi dan konsumerisme yang tinggi, yang pada suatu titik akan ada ketidak seimbangan spiritualisme dalam diri seseorang. Untuk menjadi pengusaha yang berkembang adalah dengan mengubah mindset, salah satunya adalah mindset pemenang. Sebagai contoh perubahan mindset adalah sekarang ini bukan umat Islam yang tertindas atau terbelakang, tetapi sebagai pemimpin di bumi (khalifah fil arth), umat Islam ditunggu perannya sebagai kelompok pemenang. 
 


1 komentar:

  1. Terimakasih Infonya
    sangat bermanfaat..
    Perkenalkan saya mahasiswa Fakultas Ekonomi di UII Yogyakarta
    :)
    twitter : @profiluii

    BalasHapus