Rabu, 14 Maret 2012

Menegakkan Tauhid


Oleh Bp. Musman Tholib (Semarang)
Disampaikan dalam Kajian Kuliah Subuh Ahad Pagi Muhammadiyah Temanggung,
Tanggal 4 Maret 2012.

 

144. Sungguh kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, Maka sungguh kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai, palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan Sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan. (QS. Al Baqarah(2):144).

Selama 16 bulan Nabi Muhammad sholat menghadap ke Masjidil Aqsa, kemudian turun surat diatas untuk menghadap kiblat ke Masjidil Haram dan keberadaan Masjidil Haram sebagai kiblat sudah diketahui orang – orang Yahudi dan Nasrani. Seperti dalam QS. Al Baqarah (2): 146 :
 146. Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang Telah kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan Sesungguhnya sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka Mengetahui.
Ketika masih umur 12 tahun Nabi Muhammad diajak pamannya Abu Thalib pergi ke Syam, dan bertemu dengan pendeta Nasrani, dan pendeta tersebut sudah mengenali tanda – tanda kenabian pada Muhamad, dan diminta kembali ke Mekkah, karena khawatir kalau ketahuan orang Yahudi nanti akan dibunuh.
Yang menjadi tugas para rasul adalah mengenalkan Allah (tauhid)/makrifatullah. Ketika Nabi Muhammad ditanya oleh orang Qurasy: “Wahai Muhammad tunjukkan pada kami seperti apa tuhan kamu, apakah terbuat dari emas atau perak ? “ dan saat itu turunlah wahyu dari Allah SWT yaitu QS. Al Ikhlas (112) : 1-4 :

1. Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa. 2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. 3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, 4. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia."
Dalam ayat ini memberi penjelasan bahwa Allah itu satu dan Allah tempat semua mahluk bergantung untuk mohon pertolongan tanpa perantara (ayat 2). Sedangkan ayat 3 merupakan jawaban dari keyakinan orang Nasrani.

ARGUMEN KETAUHIDAN ALLOH
  1. Argumen Fitrah :
Pada dasarnya (fitrah) manusia meyakini adanya yang Maha Kuasa terutama dalam keadaan kritis atau berbahaya, hal ini bisa dilihat dalam QS. Yunus (10): 22:
 
 
  22. Dialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan, (berlayar) di lautan. sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera, dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai, dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka Telah terkepung (bahaya), Maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya semata-mata. (mereka berkata): "Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, Pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur".

2. Argumen Akal:
Salah satu fitrah dalam argumen akal adalah penetapan segala sesuatu yang berpasang- pasangan (siang malam, gelap terang, jantan betina dll) yang dijelaskan dalam QS. Ar Rahman (55):

  5. Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan. 6. Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada nya. 7. Dan Allah Telah meninggikan langit dan dia meletakkan neraca (keadilan).
Sesuai dengan ayat diatas, kalau akal digunakan maka pasti akan terpikir siapa yang menciptakan matahari dan bulan, juga yang mengaturnya sehingga tidak bertabrakan. 
 
3. Argumen Wahyu:
Sedangkan pengenalan Allah menurut wahyu dapat dilihat dalam QS. Al Anbyaa’ (21): 21-24 :

21. Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan dari bumi, yang dapat menghidupkan (orang-orang mati)?. 22. Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu Telah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai 'Arsy daripada apa yang mereka sifatkan. 23. Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya dan merekalah yang akan ditanyai. 24. Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan selain-Nya? Katakanlah: "Unjukkanlah hujjahmu! (Al Quran) Ini adalah peringatan bagi orang-orang yang bersamaku, dan peringatan bagi orang-orang yang sebelumku". Sebenarnya kebanyakan mereka tiada mengetahui yang hak, Karena itu mereka berpaling.
Jadi adanya Nabi dan Rasul, kemampuan berfikir / akal dan wahyu yang diturunkan Allah digunakan untuk lebih mengenal Allah.


TAUHID MENURUT ISLAM
  1. I’tiqodi ilmi (keyakinan teoritis) : keyakinan hanya pada Allah semata = Tauhid Rububiyah
Setelah kita menyakini bahwa Allah itu menciptakan langit dan bumi, maka kita diwajibkan untuk beribadah sesuai dengan petunjuk Allah SWT, salah satunya dengan sholat. Untuk beribadah Allah tegas dalam QS. Al Kaafiruun (109):1-6:
1. Katakanlah: "Hai orang-orang kafir, 2. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. 3. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang Aku sembah. 4. Dan Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, 5. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang Aku sembah. 6. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku."
Orang musrik Quraisy percaya bahwa ada pencipta alam (tauhid rububiyah), tetapi dalam peribadatannya harus melalui perantara yaitu taughut/berhala.

2. I’tiqodi amali sukeki (amal perbuatan praktis) : melalui ibadah yang sempurna, ketaatan yang mutlak = Tauhid Uluhiyah

MAKNA IBADAH
Ibadah adalah puncak dari kepatuhan dan kecintaan kita pada Allah SWT, sehingga menimbulkan rasa malu dan syukur dalam amalannya dan merasa nikmat dalam ibadah dan amalannya. Sehingga dapat menjadi tolak ukur apakah kita telah merasa nikmat beribadah (sholat, puasa, infaq dan lainnya) ? Salah satu amalan yang menggambarkan rasa syukur kita kepada Allah SWT adalah dengan berdo’a.

MACAM – MACAM IBADAH
  1. Doa
  2. Menegakkan syari’ah agama : sholat, puasa, sedekah, zakat
  3. Menjalankan hukum Allah : waris, qishos
PERANAN TAUHID ULUHIYAH
  1. Lambang Tauhid : Kalimat tauhid, Kalimat ikhlas, Kalimat taqwa.
 
100. Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi Ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, Kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), Maka sungguh Telah tetap pahalanya di sisi Allah. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Hakekat tauhid adalah mendidik manusia menjadi ikhlas. Keikhlasan bisa rusak karena :
  1. Summah, diperlihatkan orang lain.
  2. Wujud ( kalau bukan saya maka ........)
  1. Takabur, sombong
  2. Riyaa’
  3. Angkuh
Taqwa merupakan kesungguhan melaksanakan kalimat Allah dan kesungguhan untuk meninggalkan larangannya. 
2. Tauhid Taqis (tugas) Pertama Para Rosul, semua Nabi mempunyai tugas sama, yaitu ajaran tauhid.
3. Tauhid Syiar Islam
4. Tauhid hak Alloh atas hamb
5. Tauhid RISALAH MUSLIM dalam kehidupan
6. Tauhid Risalah ISLAM Kepada Umat Islam

MEREALISASIKAN TAUHID
  1. Keikhlasan beribadat kepada Alloh semata
  2. Mengingkari semua thaqut dan membebaskan diri dari siapa saja yang menyembah dan mengangkat pemimpin selain Alloh
  3. Menjernihkan diri dari semua bentuk kemusyrikan dan tingkatannya serta menutup celah-celah perbuatan yang dapat menjurus kepada syirk.

KEIKHLASAN BERIBADAT KEPADA ALLOH
  1. Tidak mencari Tuhan lain untuk di Agungkan
  2. Tidak mengangkat pemimpin lain untuk dicintai sebagaimana mencintai Alloh
  3. Tidak mencari hokum lain untuk dipatuhinya, seperti kepatuhannya kepada hukum Alloh
DAMPAK TAUHID
  1. Kemerdekaan Manusia (pembebasan manusia dari segala khurafat) Proklamasi universal bagi kemerdekaan manusia, yaitu membebaskan manusia tidak menghamba pada manusia yang lain.
  2. Pembentukan pribadi harmonis, baik dengan lingkungan atau secara personal.
  3. Sumber ketentraman jiwa
  4. Sumber kekuatan jiwa
  5. Asas Persaudaraan dan Persamaan

SYIRK
Syirk : Menyukutukan Alloh dengan melakukan perbuatan yang seharusnya hanya ditujukan kepada ditujukan kepada Alloh.
  1. SYIRK AKBAR
  1. Syirk Jali Khafi
         Dzahirun Jali (tampak nyata) : sesembahan selain Alloh
  1. Syirk Khafi : Akbar khafi (tersembunyi), contoh Meminta pertolongan kepada orang mati , Alasannya :
  1. Karena mereka tidak mengidentikan doa itu/ mohon perlindungan di kuburan itu sebagai ibadah, padahal
  2. Mereka menganggap orang mati memang bukan Tuhan tetapi sebagai perantara.
  1. Mengangkat Pembuat Undang-Undang selain Alloh

  1. SYIRK ASGHAR
  1. bersumpah dengan selain Alloh
  2. Memakai kalung dan benang (berkeyakinan memiliki kekuatan ghaib dapat menyembuhkan dan lain-lain).
  3. Menggantung Azimat (benda dianggap memiliki kekuatan ghaib),walaupun dengan ayat-ayatal-Qur’an :
  1. Kemurnian larangan tanpa kecuali
  2. Saddud dzari’ah (tindakan proventif)
  3. Menjurus penghinaan kepada al-qur’an
  4. Menganggap rendah ayat-ayat al-Qur’an (al-Qur’an sebagai hudan).
  1. Mantera (kata-kata tertentu agar dapat menolak kejahatan)
  2. Sihir
  3. Ramalan
  4. Guna-guna
  5. Dukun dan Tenung
  6. Bernazar selain kepada Alloh
  7. Sembelihan selain untuk Alloh
  8. Tathayyur (berperasaan sial)

LUBANG-LUBANG YANG DAPAT MENGEMBUSKAN KEMUSYIRIKAN
  1. Berlebihan dalam mengagungkan Nabi
  2. Berlebihan menyanjung orang Shaleh
  3. Memuja kuburan
  • Menjadikan kuburan sebagai masjid
  • Sholat menghadap kuburan sebagai kiblat
  • Menyalakan lampu/ lilin di kuburan
  • Membangun atau mengapur kuburan
  • Menulis di atas kuburan
  • Meninggikan kuburan
  • Upacara dan peringatan di kuburan
  1. Hikmah larangan memuja kuburan (akan berakibat perbuatan syirk besar/ kecil)
  2. Meminta berkah kepada pepohonan dan bebatuan
  3. Ucapan yang dapat meninmbulkan kemusyirikan, seperti :
  • Apa yang dikehendaki Alloh dan Apa yang dikehendaki A
  • Dengan nama Alloh dan Rakyat
  • Kalau bukan karena Alloh dan karena si A
  • Memberi dengan nama Alloh tanpa (hamba)
  • Mencaci dan menghina waktu
  • Memberi nama “abdun “ selain kepada Alloh


DAMPAK SYIRK
  1. Penghinaan Manusia
  2. Sarang tahayyul
  3. Kezaliman yang besar
  4. Sumber ketakutan
  5. Penghambat jiwa optimis
  6. Dampak syirk di akhirot (beban dosa besar yang tidak diampuni)


Tanya Jawab :

Tanya : Bagaimana dengan tulisan ayat kursi yang diletakkan diatas pintu ?
Jawab : Ayat kursi berisi ajaran tauhid, kalau dipasang dengan tujuan untuk mengingat bacaannya agar bisa diamalkan, itu baik, tetapi kalau niatnya untuk mendapatkan berkah sesuatu, itu tidak boleh.


PENGUMUMAN
  1. Infaq masuk Rp. 1.196.000,-
  2. Zakat melalui AZMU yang masuk Rp. 1.250.000 dari 9 orang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar