Rabu, 14 Maret 2012

TAFSIR AL FATIKAH AYAT 2-7


Penjelasan Kitab : Tafsir Al ‘Usyril Akhir Minal Qur’anil Karim Min Kitab Zubdatit Tafsir
(Tafsir dari 3 Juz terakhir dalam Al Qur’an)
Penulis Al Syaikh Doktor Muhammad Bin Sulaiman Al Asyqor, terbitan Saudi Arabia (www.tafseer.info)
Oleh Bp. H. Drs. Asy’ari Muhadi. MA
(disampaikan dalam Kajian Malam Rabu Muhammadiyah Temanggung, 6 Maret 2012).


TAFSIR AL FATIKAH
AYAT 2


2. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

2. Segala puji, yaitu pujian dengan lisan atas kebaikan yang diusahakan. Dan pujian itu kadang – kadang cukup menggunakan lisan saja. Adapun rasa syukur diucapkan dengan lisan, dengan hati dan dengan anggota tubuh. Dan syukur karena kita mendapat kenikmatan. Adapun pujian adalah sempurnanya yang dipuji , meskipun kita tidak mendapat kenikmatan sekalipun. Dan Allah SWT memiliki puji dan memiliki zat untuk disyukuri.
Penjelasan : Pujian bisa berupa pujian makhluk terhadap Allah, pujian Allah kepada hamba (sebaik-baiknya hamba adalah yang mau bertobat), pujian seseorang terhadap orang yang lain. Allah tidak/belum memberi kenikmatan kepada kita karena menungkinan kita akan talabur atau lupa kepada Allah jika kita diberi kenikmatan, sehingga Allah menunda memberi kenikmatan.


Tuhan semesta alam , a Rabb adalah suatu nama dari nama-nama Allah SWT. Tidak boleh diucapkan pada selainNya kecuali sebagai mudhoh . Dan arti dari Rabb adalah pemilik, atau tuan/pemilik, atau yang selalu membuat kebaikan, atau yang selalu membuat pengertian, atau yang disembah. “ ’alamin” adalah jama’ dari alam, yaitu setiap yang ada selain Allah. Dan alam itu dari apa-apa yang berakal dan tidak berakal. Yang berakal : 1. Manusia, 2. Jin, 3. Malaikat, 4. Syaetan.
Penjelasan : Nama Allah sebagai mudhoh contoh Abdul (hamba), artinya tidak boleh Nama seseorang dengan nama Allah tetapi harus di gandeng dengan Abdullah juga Abdurahman dan lainnya.

 AYAT 3
 
3. Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Dan karena pensifatan Allah SWT pada Rabbul’alamin, maka diikuti dengan sifat Arrahmanirrahim. Dan dari sifat-sifat Allah tadi menyangkut terhadap sesuatu yang memberi dorongan terhadap manusia untuk lebih taat pada Allah.

 AYAT 4
Yang Memiliki hari Kiamat, dengan perbuatanNya dan dengan zatNya. Dan pengertian yaumidien adalah hari pembalasan dari Allah SWT kepada hambaNya. Kalau hamba Allah baik maka akan diberi balasan baik, kalau hambanya berbuat jelek dan belum diampuni oleh Allah SWT maka ia akan menerima balasan yang jelek. Hadist riwayat dari Qatadah : Yang dimaksud dengan yaumidien adalah suatu hari, dimana Allah akan menimbang terhadap para hamba sesuai dengan perbuatannya. Maka disebut juga yaumuljazza (hari pembalasan), artinya Allah akan memberi balasanan terhadap amal-amal hambanya dengan sangat adil.
Penjelasan : Maaliki dengan “mim” panjang berarti pemilik/yang menguasai, jika dengan “mim” pendek (malik) berarti raja.

AYAT 5
5. Hanya kepadamu kamu mengabdi dan hanya kepadamu kami mohon pertolongan. Ya Allah aku mengkhususkan hanya kepada Mu dalam beribadah, dan hanya kepada Mu aku khususkan aku minta pertolongan. Kami tidak menyembah selain engkau dan kami tidak minta pertolongan selain Allah. Dan Ibadah itu adalah batas yang paling akhir dalam ketundukan dan rasa rendah dihadapan Allah. Dan dalam syari’at, ibadah yaitu mengumpulkan segala kesempurnaan kecintaan dan kekhusu’an dan rasa takut hanya pada Allah SWT. Kata ibadah didahulukan karena : Ibadah merupakan wasilah dari minta pertolongan , artinya kalau orang mau minta pertolongan kepada Allah wasilahnya harus dengan beribadah. Menurut Ibnu Abbas tafsir ayat ini adalah : Hanya kepadamu ya Allah, kami mentauhidkan dan kami takut wahai tuhan kami, tidak selain engkau. Dan hanya kepadamu ya Allah kami minta tolong atas landasan taat kepada Mu, dan atas segala urusan kami seluruhnya.

AYAT 6
 

6. Tunjukanlah kami jalan yang lurus , Petunjuk/hidayah meliputi 2 macam :
  1. Hidayah taufiq, khusus hak Allah SWT , contoh firman Allah : “Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk orang yang engkau cintai, tetapi Allah lah yang memberi petunjuk yang Allah kehendaki.”
  2. Hidayat Irsyad, petunjuk yang berupa arahan – arahan dan penjelasan –penjelasan, dan ada ditangan Nabi dan pengikutnya, para ulama dan ahli dakwah. Firman Allah : “Dan sesunggungnya engkau (Muhammad), sungguh memberi penjelasan kepada jalan yang benar.”
Ayat itu menunjukkan atas 2 macam :
  1. Allah memberi taufiq kepada kebaikan,
  2. Allah zat yang mengutus beberapa Rasul untuk menunjukkan kepada kita kebaikan itu.
Sirathalmustakim, menurut bahasa adalah jalan yang tidak bengkong padanya, Yaitu jalan menuju agama Islam. Jadi kita mohon kepada Allah agar ditunjukkan kepada jalan Islam.

AYAT 7


7. Yaitu jalannya orang yang telah diberi nikmat atas mereka. Yaitu mereka yang telah disebutkan dalam firman Allah SWT : Dan barang siapa yang mentaati Allah dan Rasulullah, maka mereka itu bersama orang – orang yang telah Allah beri nikmat atas mereka, dari golongan para Nabi, para shadiqin, para shuhada, dan orang – orang sholeh dan mereka itu teman yang paling baik.
Bukan jalannya orang yang engkau murkai, yaitu orang – orang yahudi, mereka dimurkai Allah karena mereka mengetahui kebenaran, tetapi mereka meninggalkan kebenaran. Dan mereka itu meninggalkan kebenaran – kebenaran itu atas dasar pengetahuan. Sehingga mereka berhak mendapat kemurkaan dari Allah. Imam Ahmad dan Ibnu Majjah meriwayatkan hadist dari Nabi : Tidaklah orang yahudi itu dengki kepada kamu, yang melebihi kepadamu atas usahamu dalam mengucapkan salam (Assalaum’alaikum .....) dan taqmim (Amiiin). Atau dengan kata lain, orang Yahudi sangat benci ketika melihat orang Islam mengucapkan salam dan Amiin setelah baca Al Fatikhah dan berdo’a.
Dan bukannya jalannya orang – orang yang sesat, yaitu orang – orang Nasrani. Karena orang – orang Nasrani meninggalkan kebenaran karena kebodohannya. Maka orang – orang Nasrani itu berada dalam kesesatan yang nyata, dalam hal masalahnya Nabi Isa (mengangkat Nabi Isa menjadi tuhan). Adapun makna amiin : ya Allah kabulkanlah untuk kami.

Penjelasan : Dalam keterangan dari tafsir Ibnu Katsir, Orang yahudi sangat benci kepada orang Islam karena :
  1. Ucapan salam dan taqmim,
  2. Adanya sholat jum’at
  3. Karena punya kiblat yang merupakan petunjuk dari Allah.
  4. Ucapan amiin para jama’ah sholat.
Hadist dari Anas bin Malik : aku di anugerahi amin dalam sholat dan ketika melakukan/mengakhiri do’a yang tidak diberikan kepada siapapun sebelum aku kecuali Musa. Dahulu Musa berdo’a sedangkan Harun mengamininya. Maka akhirilah doa kalian dengan bacaan amiin karena sesungguhnya Allah pasti akan memperkenankan bagi kalian. Seperti dalam QS. Yunus (10): 88-89 :
88. Musa berkata: "Ya Tuhan kami, Sesungguhnya Engkau Telah memberi kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia, Ya Tuhan kami - akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan Engkau. Ya Tuhan kami, binasakanlah harta benda mereka, dan kunci matilah hati mereka, Maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih." 89. AlIah berfirman: "Sesungguhnya Telah diperkenankan permohonan kamu berdua, sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus dan janganlah sekali-kali kamu mengikuti jalan orang-orang yang tidak Mengetahui".

Bacaan Amiin ada beberapa makna :
  1. Aammin , “mim” ditasjid berarti para pengunjung
  2. Amiin, berarti dapat dipercaya,
  3. Aamin, berarti aman
  4. Aamiin, berarti ya Alllah kabulkanlah doa kami.
Menurut Ibnu Katsir, hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda : Apabila imam membaca amin, maka ber amin lah kalian, karena sesunggungnya barang siapa yang membaca amin nya bersamaan dengan bacaan amin nya malaikat, maka niscaya dia akan mendapatkan ampunan dari dosa – dosa terdahulu.

Tanya Jawab :
Tanya : Dalam beberapa pengalaman ada orang yang menyebut Allah dengan Gusti Allah, Rasullullah dengan Kanjeng Rasul, itu bagai mana ?
Jawab : Kita menyebut sesuai dengan Allah menyebut dirinya, yaitu Allah . Demikian juga sebutan untuk Rasulullah , seperti panggilan para sahabat yaitu Rasulullah. Jadi sebutlah Allah dan Rasulnya sesuai dengan Allah dan Rasulnya mneyebut dirinya.
Tanya : Adab mengamini do’a , ketika khatib membaca doa pada waktu sholat jum’at, bagai mana ?
Jawab : Kita mendengarkan doa dulu sampai khatib selesai, baru kita mengucapkan amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar