Rabu, 04 April 2012

Prinsip-prinsip Pokok dalam Islam


Prinsip-prinsip Pokok dalam Islam
(Dirangkum dari Minhaj Muslim, karya Abu Bakar al Jazahiri)
Oleh Bp. Drs. H. Makmun Pitoyo, M.Ag.
Disampaikan dalam Kajian Malam Rabu Muhammadiyah Temanggung, tanggal 3 April 2012

Dalam beragama Islam harus berpegang pada prinsip-prinsip pokok, yaitu :

1.      Kebenaran adalah yang datang dari Allah Azza Wa Jalla.
Allah SWT berfirman-Nya: QS. Al-Baqarah (2): 147.

  147. kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu Termasuk orang-orang yang ragu. 
Ayat ini menejelaskan tetang kebenaran hanya dari Allah SWT. Dan firman Allah yang lain  dalam QS. Al-Kahfi (18): 29,

 29. dan Katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barang siapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan Barangsiapa yang ingin (kafir) Biarlah ia kafir". Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.
Al-Qurthubi menjelaskan: “katakana wahai Muhammad kepada mereka yang telah Kami lalaikan kalbunya dari berdzikir kepada Kami; Wahai manusia, dari Rabb kalianlah kebenaran itu, maka Allahlah yang member taufik (kepada hamba-Nya) dan yang menimpakan kehinaan…”.  (Al-jami’ Li Ahkamil Qur’an: 10/393).
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Allah SWT berfirman Rasulullah, “Katakan wahai Muhammad, Inilah yang aku bawa dari Rabb kalian, itulah yang benar, tiada keraguan padanya.”
Ini membantah pendapat bahwa kebenaran bisa dari pikiran manusia, dan merupakan suara kebanyakan. At Saukhani mengatakan : “ Katakan pada mereka, orang –orang yang lalai, kebenaran itu dari Rabb kalian bukan dari arah yang lain. Kalau dari arah yang lain memungkinkan untuk dirubah dan diganti.”
Allah SWT berfirman dalam QS. Al Hajj (22) : 6 ,

   6.  Yang demikian itu, Karena Sesungguhnya Allah, dialah yang haq dan Sesungguhnya Dialah yang menghidupkan segala yang mati dan Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu,
2.      Jalan kebenaran hanya satu.
Allah berfirman dalam QS. Al-An’am: 153
 153. dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, Maka ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain) karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.
 Ibnu Katsir mengatakan: Allah menyebutkan kata “sabil” dengan bentuk tunggal karena kebenaran hanyalah satu, oleh karena itu Allah menyebut “jalan lain” dengan bentuk jamak karena bercabang-cabang dan berpencar-pencar, seperti firman Allah dalam QS Al-Baqarah: 256 - 257.
 256.  Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya Telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia Telah berpegang kepada buhul tali yang amat Kuat yang tidak akan putus. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.

 257.  Allah pelindung orang-orang yang beriman; dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
Ibnu Mas’ud mengatakan: Rasulullah membuat garis di hadapan kami sebuah garis, lalu Beliau mengatakan: ‘Ini adalah jalan Allah, lalu beliau membuat garis-garis di kanan-kirinya kemudian mengatakan,’ini adalah jalan (lain) dimana di setiap jalan ada syaitan yang menyeru kepadanya”, kemudia beliau membaca ayat… QS. Al-An’am: 153. (HR. Ahmad. Dalam kitab Dhilalul Jannah, no 17 hal. 13).
Tugas kita adalah menemukan jalan yang satu tersebut, kemudian berpegang erat. Dalam sebuah hadist dari Syauban, Rasulullah bersabda : Akan senantiasa ada sekelompok dari umatku yang selalu menang diatas kebenaran, tidak akan memberikan madhorot sedikitpun terhadap mereka orang-orang yang meremahkan mereka, sehingga datangnya keputusan Allah sementara mereka dalam keadaan itu.
Hadits (yang mengabarkan) perpecahan umat, dan adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “Yahudi terpecah menjadi tujuh puluh satu golongan dan Nasrani terpecah menjadi 72 golongan, dan ummatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan, semuanya berada di neraka kecuali satu (golongan).” Mereka bertanya: “Siapa mereka, Ya Rasulullah?” Beliau menjawab: “Mereka berada pada apa yang aku dan sahabatku berada pada hari ini.”(HR Tirmidzi dishahihkan oleh Al-Albani dalam kitab Shahih Al-Jami’ no. 5218).
Untuk menjawab golongan yang satu yang masuk surga, bisa dilihat di QS. Ali ‘Imran (3); 85,

85.  Barangsiapa mencari agama selain agama islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

3.      Agama Islam telah Sempurna.
Karena agama Islam sudah sempurna, berarti tidak perlu ditambah atau dikurangi. Hal ini juga dijelaskan di QS Al-Maidah (5): 3,
  
Kajian lengkap Klik disini
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar