Rabu, 23 Mei 2012

MEMBACA TANDA-TANDA KEKUASAAN ALLAH

Oleh Ust. Taufiq Hartono ( Temanggung)
Disampaikan dalam Kajian Kuliah Subuh Ahad Pagi Muhammadiyah Temanggung,
 tanggal  20 Mei 2012.

Q.S. Al-Jaatsiyah,  45: 1-6 :

 1.  Haa Miim, 2.  Kitab (ini) diturunkan dari Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.3.  Sesungguhnya pada langit dan bumi benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk orang-orang yang beriman. 4. Dan pada penciptakan kamu dan pada binatang-binatang yang melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini,   5.  Dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkan-Nya dengan air hujan itu bumi sesudah matinya; dan  pada perkisaran angin terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal.  6.   Itulah ayat-ayat Allah yang kami membacakannya kepadamu dengan Sebenarnya; Maka dengan perkataan manakah lagi mereka akan beriman sesudah (kalam) Allah dan keterangan-keterangan-Nya.
Al Qur’an ada dua macam, yaitu yang tertulis yang disebut Al Kitab dan yang tidak  tertulis yang disebut Shakinah, dan dua – duanya wajib kita baca. Dalam surat diatas menerangkan tanda-tanda kekuasaan Allah. Surat  Al-Jaatsiyah  (45) artinya  berlutut. Dalam surat ini diterangkan bahwa nantinya diakhirat manusia menunggu keputusan Allah dalam keadaan berlutut.
Awal surat ini dimulai dengan huruf  Haa Miim, yang menggambarkan ketidaktahuan manusia. Karena manusia tidak tahu sehingga perlu mengikuti dan mempelajari Al Qur’an (ayat 2). Kemudian ayat selanjutnya menjelaskan bahwa Al Qur’an (Al Kitab) diturunkan oleh Allah yang Maha Perkasa dan Bijaksana, sehingga kalau manusia mau perkasa dan bijaksana maka mengikuti  dan mempelajari  Al Qur’an. Ayat  3, menjelaskan ayat-ayat yang tidak tertulis, yaitu  terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah  yang ada di langit dan bumi, penciptakan manusia  dan pada binatang-binatang yang melata yang bertebaran (di muka bumi), pada pergantian malam dan siang dan hujan dan pada perkisaran angin. Kebanyakan manusia bisa membaca ayat-ayat Allah di alam semesta tetapi tidak dilandasi dengan keimanan, sehingga ilmu pengetahuan yang diperoleh makin jauh dari Allah dan lahirlah paham sekuleritas yaitu pemisahan antara ilmu dan keimanan.

Kajian lengkap bisa Klik disini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar