Selasa, 29 Mei 2012

RAPAT KERJA MAJELIS PENDIDIKAN KADER PIMPINAN WILAYAH MUHAMMADIYAH JAWA TENGAH DI TEMANGGUNG


 Majelis Pendidikan Kader (MPK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah mengadakan Rapat Kerja pada tanggal 26-27 Mei 2012 di Wisma Sumodilogo Kanjengan Kranggan Temanggung. Kegiatan ini dikuti oleh 22 utusan Pimpinan Daerah Muhammadiyah se Jawa Tengah, yang berjumlah 85 peserta. Menurut Ketua MPK PWM Jawa Tengah Drs. H. Sugiyono, rapat kerja ini nantinya diharapkan adanya kesatuan gerak dan pola dalam sistem perkaderan di Muhammadiyah, terutama di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
Dalam Rapat Kerja ini disampaikan pemaparan materi tentang Pedoman Perkaderan Muhammadiyah, Pedoman Penyelenggaraan Baitul Arqom, Etika dan Akhlaq Kader Muhammadiyah, Sistem Perkaderan Muhammadiyah untuk PAY. Dalam salah satu materi disampaikan tentang tiga pandangan tentang posisi kader , yaitu :
  1. Posisi-posisi di struktur Persyarikatan maupun amal usahanya haruslah diisi oleh kader Muhammadiyah yang jelas, lebih spesifik kader Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) atau yang mengalami kaderisasi di Muhammadiyah.
  2. Struktur kepemimpinan Persyarikatan maupun amal usahanya tidak harus dari AMM atau yang mengalami kaderisasi di Muhammadiyah, tetapi dari luar pun sejauh alam pikirannya sama dengan Muhammadiyah. Konsekuensinya, proporsi kader Muhammadiyah yang menempati kepemimpinan Persyarikatan jauh lebih besar ketimbang di amal usahanya.
  3. Kader itu tidak harus atau tidak selalu harus masuk ke struktur kepemimpinan Persyarikatan maupun di amal usaha, yang paling utama ialah wujud pengabdiannya. Jika logika ini dipakai, maka boleh jadi kepemimpinan strategis tidak akan dikuasai kader.
Selain itu, juga didiskusikan tentang pentingnya perkaderan di PAY. Kalangan Muhammadiyah / Aisyiyah melihat Panti Sosial tidak lagi sebagai pusat pelayanan saja tetapi juga sebagai salah satu basis untuk penyemaian kader – kader Muhammadiyah (termasuk didalamnya kader ummat, bangsa). Sebagaimana masa awal berdirinya pusat kesengsaraan umum, panti merupakan pilar utama dengan interpretasi praktis dari surat Al Maun. Dengan kesadaran historis semacam ini maka menjadi logis dan lebih bermanfaat kiranya panti sosial asuhan anak dikembalikan fungsinya sebagai salah satu tempat penggodokan kader Muhammadiyah, ummat dan bangsa.
Di bahas pula tentang Kepemimpinan Etis Kader yang meliputi :
  1. epemimpinan visioner: dibekali tradisi riset,survey,analisis, problem solving dan advokasi publik yang mempengaruhi perubahan-perubahan sosial, politik, hukum, HAM, ekonomi, budaya, dll.
  2. Kepemimpinan ideologis : patuh pada perjuangan dan spirit Muhammadiyah.
  3. Kepemimpinan profesional: dengan keahlian  di bidang tertentu sesuai dengan kebutuhan pasar dan people empowering (Pemberdayaan Masyarakat).
  4. Kepemimpinan transformatif al-Maun: pro perubahan ke arah yang lebih baik dan berpihak kepada dhuafa dan mustadh’afin.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar